SIMALUNGUN - Pasca turunnya hujan, tampak aliran limbah cair industri dengan aroma tak sedap, disertai buih mengalir deras di saluran air menuju ke arah Sungai Bah Tongguran dan hal ini diungkapkan warga setempat, sembari menyampaikan desakan agar Pemerintah Kabupaten Simalungun segera bertindak.
Menurut warga, disinyalir kondisi air beraroma busuk dan berbuih tersebut berasal dari saluran pembuangan milik Waste Water Treatment Plant (WWTP; red) Tahap II yang dikelola Konsorsium PT Basic di KEK Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Selasa (14/04/2026), sekira pukul 10.00 WIB.

"Air beraroma busuk dan berbuih itu berasal dari saluran pembuangan air milik Konsorsium Mitra Kerja yakni, PT Basic International Sumatera, PT Aneka Karya Prima, dan Suxhou Dr Tsing Environment Technology, " ungkap warga saat ditemui di lokasi.
Selanjutnya, warga tersebut menerangkan, PT Basic merupakan perusahaan yang memproduksi sarung tangan kebutuhan medis berbahan baku lateks dan bila limbah cair tersebut sengaja dialirkan ke sungai Bah Tongguran berdampak pada masyarakat yang berada di bantaran sungai.
"Masih banyak warga menggunakan air sungai Bah Tongguran untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari dan bagaimana nasibnya, jika air sudah terkontaminasi limbah berbahaya, " ujar warga.

Kemudian, warga setempat menegaskan, agar pihak Pemerintah Kabupaten Simalungun segera bertindak dan terkait operasional perusahaan di KEK Sei Mangkei ini merupakan tanggung jawab Holding Perkebunan Nusantara III melalui anak usahanya PT Kawasan Industri Nusantara selaku pengelola.
"Selaku pemilik otoritas Kawasan Industri, PT Kinra sepatutnya mengawasi operasional perusahaan dan mengutamakan pentingnya melestarikan lingkungan hidup, " tegas warga yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Terpisah, pihak Manajemen PT Kawasan Industri Nusantara Sei Mangkei hingga rilis berita ini dilansir ke publik, belum dapat dimintai tanggapannya atau belum terkonfirmasi terkait aliran limbah cair industri tersebut dialirkan dengan sengaja ke arah Sungai Bah Tongguran.
Sementara, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun belum dapat dimintai tanggapannya atau belum dapat dikonfirmasi terkait limbah cair beraroma tak sedap dan berbuih tersebut sengaja dialirkan ke arah Sungai Bah Tongguran hingga rilis berita ini dilansir ke publik.

Admin