Produksi Kebun Bah Birung Ulu Lampaui Target RKAP: Tembus 10,9 Juta Kg

    Produksi Kebun Bah Birung Ulu Lampaui Target RKAP: Tembus 10,9 Juta Kg
    Keterangan Foto : Istimewa

    SIMALUNGUN— Kebun Bah Birung Ulu PTPN IV Regional II mencatatkan kinerja produksi yang melampaui target pada Triwulan I 2026. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) periode Januari–Maret 2026 mencapai 10.912.870 kilogram, melampaui target RKAP sebesar 9.742.000 kilogram.

    Tak hanya itu, rendemen minyak sawit juga mengalami peningkatan menjadi 25, 02 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 24, 97 persen. Sementara rendemen inti sawit sedikit menurun menjadi 4, 07 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4, 11 persen.

    Sebagai perbandingan, pada Triwulan I 2025, produksi tercatat sebesar 9.572.910 kilogram dan Manajer Kebun Bah Birung Ulu, Yuna Shaund H.S. Damanik, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim di lapangan, Selasa (07/04/2026), sekira pukul 08.00 WIB.

    “Ini hasil sinergi seluruh lini, mulai dari panen, pengolahan hingga pengawasan. Kami terus dorong efisiensi dan kualitas agar kinerja ini berkelanjutan, ” ujarnya.

    Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan halal bihalal dan syukuran ulang tahun PTPN Group di Afdeling IV Kebun Bah Birung Ulu. Acara tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta makan bersama seluruh karyawan.

    Menurut Yuna, capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan daya saing.

    Ke depan, pihaknya akan memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan kualitas panen, serta menerapkan sistem pengamanan terpadu untuk menjaga tren positif hingga akhir 2026.

    Sementara itu, Asisten Personalia Kebun (APK) Bah Birung Ulu, Bobby YF Saragih, menyebut aspek keamanan turut menjadi faktor penting dalam mendukung produksi.

    “Kami optimalkan peran PAM Swakarsa dengan melibatkan karyawan secara aktif. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga aset dan produksi, ” ujarnya.

    Ia menambahkan, sistem pengamanan internal juga berkontribusi menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan memperkuat solidaritas karyawan.

    “Keamanan yang terjaga adalah fondasi utama kontinuitas produksi, ” katanya mengakhiri. (rel)

    Amry Pasaribu

    Amry Pasaribu

    Artikel Sebelumnya

    Tim Unit Reskrim Polsek Bangun Ringkus Pelaku...

    Artikel Berikutnya

    Desakan Warga Soal Proyek Saluran Limbah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Desakan Warga Soal Proyek Saluran Limbah PT Basic di Sei Mangkei: DPRD dan Pemerintah Setempat Tinjau dan Evaluasi
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi
    BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam

    Ikuti Kami