Curhat ke Wartawan, PKS Tinjowan Manipulasi Info Soal IPAL dan CPO di Saluran Limbah

    Curhat ke Wartawan, PKS Tinjowan Manipulasi Info Soal IPAL dan CPO di Saluran Limbah
    Keterangan Foto; Istimewa

    SIMALUNGUN - Kalangan publik menyoroti rilis berita terkait Manajemen PTPN IV Regional II Unit PKS Tinjowan mengelola limbah sesuai prosedur. Namun, kejanggalan narasi yang dipublikasikan media itu tidak mencantumkan nama dan jabatan penanggung jawabnya.

    Menurut, seorang warga yang mengetahui bahwa kondisi IPAL telantar dan temuan CPO mengalir di saluran limbah PKS Tinjowan itu tidak diklarifikasi. Padahal, informasinya valid dan berdasar pada fakta disebutkan nara sumber melalui pesan percakapan selularnya, Rabu (04/03/2026), sekira pukul 19.00 WIB.

    "Beginilah bobroknya Akhlak pemangku jabatan Manajemen PTPN IV Regional II Unit PKS Tinjowan. Bisa-bisanya di Bulan Suci Ramadhan seperti saat ini, nekat memanipulasi fakta yang terjadi di PKS tersebut, " tegas nara sumber.

    Selanjutnya, terkait media siber yang memuat narasi manipulasi tentang instalasi pengolahan limbah cair milik PTPN IV Regional II Unit PKS Tinjowan merendahkan martabat medianya. Narasi itu opini pencitraan tanpa etika jurnalistik dan mengabaikan standar penulisan artikel.

    "Kalau jadi wartawan jangan jadi boneka ! Tidak ada yang keberatan dengan narasi itu. Namun tunjukkan profesional dengan melengkapi W-5 / S-1, " sebut nara sumber sinis.

    Sementara, hingga rilis berita ini dilansir ke publik, Manejer Irfan Purba maupun Maskep PKS Tinjowan M Syahril Effendi terkesan kompak membungkam dan tak bersedia menanggapi konfirmasi jurnalis media ini terkait kondisi IPAL dan temuan CPO di saluran pembuangan limbahnya.

    Diberitakan sebelumnya,
    PT Perkebunan Nusantara IV merupakan perusahaan perkebunan komoditi tanaman kelapa sawit tebesar dan terbaik yang dimiliki Pemerintah RI dengan segudang penghargaan internasional dan manajemennya, menggaungkan jargon Akhlak.

    Namun, saluran limbah dan IPAL dalam kondisi tidak layak digunakan milik PT Palm Co Sub Holding Perkebunan c/q PTPN IV Regional II Unit Manajemen PKS Tinjowan, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Minggu (01/03/2026), sekira pukul 16.00 WIB.

    "Fakta temuan di lapangan, saluran dan Installasi Pengolahan Air Limbah (IPAL; red) tidak sesuai STP Pabrik Non-B3. Selain itu, pengolahan limbah cair domestik dengan sistem IPAL dan STP, Ramah Lingkungan tidak berfungsi sesuai SOPnya, " kata pria yang aktif sebagai aktivis lingkungan.

    Kemudian, pria bermarga Damanik ini menegaskan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan itu milik PTPN IV Regional II tidak layak pakai atau saat ini tidak berfungsi maksimal, sehingga menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan dan operasional perusahaan.

    "Secara berkala dan sesuai ketentuan yang berlaku, maka perusahaan wajib melakukan tindakan normalisasi dan perawatan secara berkala terhadap kondisi IPAL, " tegas Damanik.

    Selanjutnya, Damanik menerangkan, secara kasat mata dapat dipastikan beberapa kondisi IPAL tidak memenuhi Baku Mutu dan mengalami kerusakan, tanpa perawatan. Parahnya, pihak perusahaan dengan sengaja mengalirkan limbah ke area sekitar.

    "Dipastikan bahwa manajemen perusahaan sekelas PTPN IV ini memiliki sejumlah sertifikat yakni ISO, RSPO dan juga ISPO sebagai modal verifikasi. Namun, faktanya saluran digenangi hasil produksi CPO, tidak dirawat berakibat terjadinya penyumbatan, " ungkap Damanik.

    Selanjutnya, Ia menambahkan, meskipun di lokasi IPAL milik PKS Tinjowan itu terdapat gudang berisi mesin pompa. Namun, tidak berfungsi dan di kolam semula limbah cair berubah menjadi tumpukan lumpur.

    "Meskipun, pihak manajemen mengetahui apabila limbah cair terbuang, maka berbahaya bagi lingkungan. Sepertinya, IPAL milik PKS Tinjowan itu sengaja ditelantarkan dan cacing juga punya hak untuk hidup, " tutup Damanik sembari mengatakan bila tim auditnya datang, kasi amplop habis perkara.

    Amry Pasaribu

    Amry Pasaribu

    Artikel Sebelumnya

    Memalukan ! Pemangku Jabatan PKS Tinjowan...

    Artikel Berikutnya

    Semarak Bulan Ramadhan 1447 H, PLN ULP Perdagangan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Desakan Warga Soal Proyek Saluran Limbah PT Basic di Sei Mangkei: DPRD dan Pemerintah Setempat Tinjau dan Evaluasi
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi
    BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam

    Ikuti Kami